Mulai Juli 2020 Pembelian Game Di Steam Akan Kena Pajak 10 Persen

Mulai Juli 2020 Pembelian Game Di Steam Akan Kena Pajak 10 Persen : Pemerintah melalui Kementerian Keuangan mengumumkan akan mulai memungut pajak untuk setiap pembelian produk dan layanan digital dari merchant atau operator Electronic Commerce (PMSE).

Peraturan ini telah diterbitkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 48 / PMK.03 / 2020. Terhitung mulai 1 Juli 2020 di Indonesia, semua transaksi pembelian produk dan layanan digital akan dikenakan nilai. Pajak Pertambahan (PPN) sebesar 10 persen.

Salah satu produk digital yang sudah dikenakan pajak adalah platform pembelian dan penjualan game PC besutan Valve yaitu Steam. Kabar ini dikonfirmasi oleh perusahaan bentukan Gabe Newell melalui situs mitranya di Steam.

Dikutip dari situs mitra Steam, pada Senin (22/6/2020), pengguna Indonesia akan mulai membayar pajak 10 persen untuk setiap pembelian game atau software digital mulai 1 Juli 2020.

Sebelumnya, gamer PC yang biasa membeli game di Steam tidak pernah dikenakan pajak tambahan saat membeli game.

Sekarang dengan PMK ini, pemain harus rela menghemat uang untuk membeli game di platform jual beli digital Valve.

Selain Indonesia, pemain dari Jerman dan Arab Saudi juga harus membayar pajak untuk pembelian game dan software di Steam. Sedangkan untuk Arab Saudi, pemain akan membayar pajak sebesar 15 persen per 1 Juli 2020, sedangkan Jerman sebesar 19 persen dan akan berlaku mulai 1 Januari 2021.

Kementerian Keuangan sebelumnya mengumumkan bahwa per 1 Juli 2020 akan diberlakukan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen atas pembelian produk dan layanan digital dari merchant atau penyelenggara Niaga melalui Sistem Elektronik (PMSE), baik dari luar maupun luar negeri. dari dalam negeri, yang mencapai nilai transaksi tertentu atau jumlah lalu lintas dan akses dalam waktu 12 bulan.

Saat meluncurkan siaran pers dari Kementerian Keuangan, kebijakan ini dikatakan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan keadilan dan kesetaraan dalam berbisnis (level playing field) bagi seluruh pelaku komersial, baik dalam maupun luar negeri, baik konvensional maupun digital.

Dengan demikian, melalui regulasi ini, produk digital mencakup layanan streaming musik dan film seperti Netflix dan Spotify, kemudian aplikasi dan game digital, serta layanan online lain dari luar negeri yang memiliki keberadaan ekonomi signifikan dan mendapat manfaat dari perekonomian Indonesia melalui transaksi komersial. Mereka akan diperlakukan sama seperti produk konvensional atau produk digital serupa di dalam negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*