Negara Tertentu Melarang Para Game Ini Untuk Dimainkan

Negara Tertentu Melarang Para Game Ini Untuk Dimainkan : PUBG Mobile

Genre Battle Royale punya tempat tersendiri bagi para penggemar game menembak, termasuk PUBG Mobile. Game besutan Tencent ini melejit sejak diluncurkan pada 2018. Tak hanya di industri game, PUBG Mobile juga sedang menaikkan standar di kancah persaingan (Esports) di Indonesia. Namun, tidak semua orang setuju bahwa PUBG Mobile merupakan game yang mampu mendongkrak pasar game.

India, Pakistan, dan Afganistan secara tegas melarang peredaran PUBG Mobile di negaranya. Alasannya berbeda. India memiliki konflik di perbatasan antara Lembah Galwan dan China yang mengakibatkan pemblokiran 89 aplikasi mobile dari China, termasuk PUBG Mobile. Jika Pakistan dan Afganistan memiliki masalah yang sama, artinya game ini berdampak negatif pada psikologis remaja karena mengandung banyak unsur kekerasan.

Hebatnya, lockdown di India tidak mengurangi pasar Tencent Games. Menurut laporan Sensor Tower, sebenarnya pendapatan PUBG Mobile meningkat dibanding tahun sebelumnya sebesar 13,3% antara September 2019 hingga September 2020. Di antara game mobile dunia, PUBG Mobile menempati urutan kedua setelah Honor of Kings.

Mortal Kombat

Harus diakui, Mortal Kombat memiliki beberapa konten kekerasan yang cukup ekstrim. Soalnya, ada banyak darah dan adegan brutal yang ditampilkan di dalamnya. Hal tersebut dikritik karena mampu membahayakan mental warga Brazil dan Jerman. Pasalnya, tingkat kekerasan di Brazil cukup memprihatinkan dan dirasa kehadiran serial Mortal Kombat di negara Anda berpotensi meningkatkan kejahatan.

Di Jerman, permainan ini diblokir karena dianggap tidak mendidik. Pemerintah juga mewajibkan Entertainment Software Rating Board (ESRB) untuk memberi label rating pada setiap judul Mortal Kombat. Ini dimaksudkan untuk memberi Jerman alasan untuk memblokir mereka karena mereka telah menetapkan batasan sendiri pada rating kekerasan.

Postal Series

Di antara judul-judul ini, franchise game Postal adalah yang paling banyak diblokir, mencapai 13 negara. Selandia Baru dan Swedia merupakan negara yang secara tegas melarang peredaran game ini di negaranya. Alasannya adalah karena terlalu banyak konten kontroversial dan kekerasan.

Bahkan US Postal Service (USPS) menggugat pengembang bernama Run With Scissors, karena menodai nama baik mereka dalam game. Uji coba tersebut berlangsung selama enam tahun dan mengakibatkan pemblokiran judul pos.

Harus diakui bahwa game ini mengandung banyak sekali konten yang sangat berbahaya. Dari adegan teroris yang meledakkan gedung, aksi pembunuhan massal, hingga perlawanan terhadap pemerintah, menjadi alasan utama dari misi yang berlangsung dalam game tersebut. 13 negara yang memblokir permainan tersebut sangat mengkhawatirkan pikiran orang-orang pada tahun 1997 ketika judul pertama dirilis.

Akhirnya, pengembang mengalah dan mencoba memuluskan beberapa konten yang dianggap memprihatinkan. Pada tahun 2013, Run With Scissors meluncurkan kembali Postal di Steam, bahkan pada tahun 2016 mereka membuat ulang Postal Redux sehingga dapat dimainkan pada perangkat keras yang lebih modern, bahkan memaksimalkan grafik dengan Unreal Engine 4.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*