Remaja Ini Mengalami Kelumpuhan Tangan Setelah Bermain Game Selama 22 Jam

Remaja Ini Mengalami Kelumpuhan Tangan Setelah Bermain Game Selama 22 Jam : Bermain game online kini semakin digemari banyak orang, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Pesatnya perkembangan game online dengan berbagai kemajuan membuat para gamers semakin tertarik untuk memainkannya. Namun ternyata game online juga berdampak negatif bagi sebagian orang yang menjadi ketagihan dan lupa waktu.

Gamer yang kecanduan bermain sepanjang waktu dan lupa menjaga kondisinya sehingga berdampak negatif bagi kesehatannya. Seperti nasib malang yang dialami oleh seorang remaja bernama Xiaobin dari Tiongkok. Ia tiba-tiba mengalami kelumpuhan pada lengan dan tangan kirinya akibat terlalu lama bermain game online di komputer.

Dalam sehari, anak berusia 15 tahun ini bisa menghabiskan waktu hingga 22 jam bermain game dan sudah berlangsung selama 1 bulan. Xiaobin, yang masih duduk di bangku SMA, bermain untuk menghabiskan waktu selama penguncian di areanya. Sang ibu mengira putranya sedang melakukan kegiatan belajar online dan tidak menyadari bahwa Xiaobin kecanduan game.

Hingga akhirnya Xiaobin ditemukan tidak sadarkan diri di rumahnya. Melihat kondisi anaknya yang tak berdaya, sang ibu pun kaget. Kemudian, Xiaobin dilarikan ke Rumah Sakit Jiangbin Guangxi di Kota Naning dan menerima perawatan intensif.

Seperti siswa kelas sembilan lainnya di daerah tersebut, Xiaobin telah aktif di rumah selama penutupan sejak Februari lalu. Semua sekolah di China ditutup dan mereka menerapkan sistem pengajaran dan pembelajaran online. Ibu Xiaobin memberi tahu media lokal bahwa putranya menghabiskan sebagian besar waktunya di kamar.

Dia mengira putranya belajar dan tidak melakukan apa pun. Sang ibu tidak pernah menyangka bahwa putranya begitu kecanduan game. Dia mengaku tidak curiga ketika Xiaobin mengatakan dia menggunakan komputer untuk melakukan kelas online.

“Dia menutup semua jendela dan menutup pintu kamarnya sehingga kami tidak tahu apa yang sebenarnya dia lakukan,” kata ibu Xiaobin seperti dikutip dari Liputan6.com dari Daily Mail, Senin (13/7/2020).

Namun, dari perbincangan online Xiaobin dengan temannya, sang ibu akhirnya mengetahui bahwa anaknya hampir tidak tidur dalam dua bulan terakhir. Habiskan 22 jam sehari untuk bermain.

“Dari percakapan online dengan teman, saya tahu anak saya tidak pernah tidur, hanya dua jam sehari,” kata sang ibu.

Xiaobin dilarikan ke rumah sakit Maret lalu setelah ditemukan tidak sadarkan diri. Dokter mendiagnosis remaja itu mengalami stroke setelah menjalani CT scan. Ia juga mengalami kelumpuhan di lengan dan tangan kirinya, membuatnya tidak bisa bergerak.

Dr Li, spesialis otak di rumah sakit tempat Xiaobin dirawat, mengatakan kondisi tersebut disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, seperti begadang untuk bermain.

“Alasan utamanya karena pola tidur yang tidak teratur dan pola makan akibat tidak masuk sekolah. Orang tua juga terlalu toleran terhadap perilakunya,” ujar dr Li.

Sementara itu, Dr. Jin, kepala terapis rumah sakit, mengatakan sulit untuk memprediksi apakah Xiaobin akan sembuh total. Kecanduan video game telah menjadi masalah di kalangan anak muda di China baru-baru ini. Banyak remaja mengabaikan pelajaran sekolah, kehidupan sosial, dan keluarga untuk bermain game online.

Sekarang, banyak orang tua yang menggunakan rehab detoks digital sebagai upaya terakhir untuk membatasi kecanduan anak-anak mereka pada dunia digital. Kecanduan internet kini dianggap sebagai gangguan klinis di negara tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*