Gadis di Bawah Umur yang Ngaku Korban Pemerkosaan Kris Wu Muncul Lagi

Gadis di Bawah Umur yang Ngaku Korban Pemerkosaan Kris Wu Muncul Lagi : Kris Wu baru-baru ini ditangkap setelah dituduh memperkosa lebih dari 30 wanita, termasuk anak di bawah umur di China. Kini, seorang gadis asal Los Angeles mengaku menjadi korban tuduhan yang sama.

Hal itu diungkapkan korban melalui kuasa hukumnya, Jing Wang, yang berasal dari California. Diketahui bahwa Kris Wu sering memilih ‘selir’ di antara siswa SMA yang berada di kelas internasional.

Mereka diundang ke sebuah pesta dan diminta untuk bernyanyi dengan bebas. Korban mengaku dalam keadaan mabuk dan tidak sadarkan diri. Setelah itu, dia menyadari bahwa dia telah berhubungan seks dengan Kris Wu.

Korban mengaku awalnya takut mengungkapkan hal tersebut karena dikritik publik. Ia juga khawatir pengaduannya tidak akan ditanggapi serius karena ia tidak sadarkan diri pada saat kejadian pemerkosaan.

Terkait hal ini, Jing Wang mengaku akan menyelidiki lebih lanjut melalui keterangan korban. Setelah memastikan kebenaran cerita klien dan menemukan bukti, ia akan segera mengajukan gugatan terhadap Kris Wu di pengadilan.

Diketahui ada perbedaan antara hukum China dan Amerika Serikat terkait kasus pelecehan seksual. Karena korban belum berusia 18 tahun, berhubungan seks (baik dengan persetujuan atau paksaan) dianggap perkosaan. Pelanggar dapat dipenjara hingga 11 tahun.

Selain tuntutan pidana, korban juga dapat menuntut ganti rugi menurut hukum perdata. Jing Wang berkata bahwa untuk bertindak di bawah hukum perdata, tidak perlu dinyatakan bersalah di bawah hukum pidana.

Gugatan perdata dapat diajukan jika penggugat melakukan hubungan seksual dengan tergugat tanpa persetujuannya. Adapun berat ringannya hukuman, semuanya tergantung pada perbedaan usia antara tergugat dan penggugat. Selain itu, penggugat dapat meminta ganti rugi untuk perawatan medis, bantuan psikologis, untuk kerugian ekonomi.

Sementara itu, sejauh ini belum ada komentar dari Kris Wu terkait pengakuan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*